Siapa ingin sukses?

Posted : 2013-04-20 06:33 by Kristin Liu

Bagian yang paling menarik dari sebuah seminar bertemakan tentang kesuksesan adalah ketika pembicara menanyakan pertanyaan “Siapa yang di ruangan ini ingin menjadi orang sukses? Silahkan angkat tangannya tinggi-tinggi.” Lalu peserta pun memberikan respon cukup unik dan beragam. Ada peserta yang dengan percaya diri dan yakin mengangkat tangannya tinggi-tinggi, ada yang melirik ke kanan dan kiri dulu baru memutuskan untuk mengangkat tangan atau tidak, ada yang ragu-ragu untuk mengangkat tangannya dan begitu ia memutuskan untuk mengangkat tangannya peserta lain sudah menurunkan tangan mereka, dan ada pula yang tidak menggerakkan tangannya sama sekali.
Berdasarkan aneka ragam respon ini, saya menggolongkan peserta menjadi:
1. Orang yang tidak tahu apa tujuan dia ikut seminar itu apalagi tahu definisi sukses.
Ini adalah kelompok orang-orang yang tidak menggerakkan tangan mereka sama sekali. Umumnya mereka tidak tahu tujuan spesifik mereka menghadiri sebuah seminar atau pelatihan. Yang mereka tahu adalah mereka hanya ingin keluar dari situasi yang tidak lagi nyaman bagi mereka. Tapi mereka belum menetapkan tujuan selanjutnya setelah merasa bosan dan tidak lagi nyaman dengan kondisi hidupnya yang sekarang ini.
Saya mencontohkan situasi hidup mereka ke cerita berikut ini. Saya mengibaratkan kondisi mereka adalah seperti orang yang kakinya sedang terpanggang bara api. Dia tahu dia harus segera melompat keluar dari bara api itu, tapi dia belum memutuskan dia harus melompat ke depan atau ke belakang, ke kanan atau ke kiri. Dia hanya disibukkan dengan pikiran bahwa dia harus melompat dari tempat dia berada. Hal yang seharusnya dia lakukan adalah dia menetapkan secara spesifik tempat seperti apa yang lebih baik dari tempatnya berpijak saat ini.
Tempat itu tentu saja haruslah tempat berpijak yang sejuk dan nyaman. Lebih spesifik lagi jika dia mampu menetapkan tempat tujuan dia yang berikutnya adalah tempat yang berair, atau tempat yang berumput, atau bisa juga hanya tanah biasa. Setelah dia menetapkan secara spesifik lalu dia mulai melihat ke sekelilingnya, di arah manakah tempat yang ingin dia tuju. Lalu bergeraklah ke arah itu. Jika yang diinginkan hanya sekedar melompat dari tempatnya berpihak saat ini, bisa saja dia juga akan melompat ke tempat yang juga ada bara apinya.
Jika dihubungkan dengan kehidupan, orang tipe seperti ini tidak punya lebih tepatnya tidak menetapkan tujuan hidupnya. Ini yang membuat langkah apapun yang dia ambil dia masih merasa langkah itu belum bisa mengantarkannya ke tempat tujuan. Karena permasalahan bukan ada pada langkah yang sedang dia jalani, tapi pada arah yang tidak dia tetapkan sebelumnya. Maka ikut seminar atau tidak, tidak membuatnya keadaannnya menjadi lebih baik lagi.
Seminar atau pelatihan akan memberikan hasil yang maksimal ketika secara sadar dan mempertimbangkan dengan matang bahwa seminar atau pelatihan itu adalah sarana yang tepat untuk mempermudah dan melancarkan pencapaian tujuan atau goal. Seminar atau pelatihan adalah kendaraan. Dan kendaraan tidak bisa mengantarkan ke sebuah tempat yang dituju jika tempat tujuannya tidak ditentukan terlebih dahulu.
Maka, sebagai peserta, langkah awal dari sebuah keputusan untuk mengikuti seminar atau pelatihan yang bertajuk memberikan petunjuk untuk sukses adalah menentuukan definisi sukses terlebih dahulu.
2. Orang yang ingin sukses tapi malu untuk mengakui ingin sukses
Orang yang ingin sukses adalah orang yang saat ini tidak sukses. Anda setuju? Saya tidak. Karena orang yang sudah sukses pun masih ingin tetap sukses atau lebih sukses lagi.
Ini adalah kelompok kedua dari pengamatan saya, yang berisi orang-orang yang ragu-ragu untuk mengangkat tangannya, karena memiliki cara pandang bahwa jika mereka mengangkat tangannya artinya itu adalah sebuah pengakuan bahwa mereka adalah golongan yang belum sukses atau bahkan tidak sukses. Kedua kondisi adalah memalukan bagi mereka.
Kelompok ini menggantungkan kebebasan hidup mereka kepada cara pandang orang-orang di sekelilingnya terhadapnya. Uraian berikut ini barangkali bisa memberikan contoh untuk menjelaskan pola pikir mereka.
Ada orang yang memandang penting pendapat orang-orang di sekelilingnya terhadap dirinya. Jika orang-orang di sekelilingnya memberikan tanggapan baik tentang dia, maka dia akan bahagia. Jika orang-orang di sekelilingnya memberikan tanggapan buruk untuknya, maka dia pun merasa menderita dan tak berguna.
Hal lain yang membuatnya tidak berani untuk membuat langkah apapun dalam hidup adalah karena ternyata setiap orang yang sama punya hak untuk memberikan tanggapan yang berbeda. Artinya dia bisa dipuji oleh orang yang sama dengan orang yang bisa mengkritiknya. Hidupnya bagai ujung rumput yang akan bergerak kemana angin meniupnya.
Dipuji dan dikritik adalah hal yang wajar untuk terjadi. Karena satu manusia pasti memiliki potensi yang bisa dipuji sekaligus juga pasti memiliki kelemahan yang seharusnya diperbaiki. Kecenderungan di masyarakat, kelemahan seseorang diperbaiki dengan cara dikritik. Yang belum tentu cara ini efektif untuk memperbaiki sebuah kelemahan. Seringkali cara ini justru memperburuk kelemahan itu sendiri.
Hal kedua yang membuat kelompok ini malu mengakui bahwa mereka sebenarnya sangat ingin sukses adalah karena mereka merasa tidak layak untuk sukses. Barangkali mereka sudah menetapkan definisi sukses bagi mereka. Mereka tahu kemana langkah selanjutnya yang harus dijalani dalam hidupnya. Hambatannya adalah mereka merasa itu semua belumlah layak untuknya.
Ini juga adalah hal yang wajar. Manusia seringkali baru mampu mempercayai sesuatu yang telah terjadi pada dirinya. Tetapi Hukum Ketertarikan (Law of Atrraction) justru berkata sebaliknya, yaitu bahwa : “Segala sesuatu akan terjadi menjadi sebuah kenyataan, mengikuti apa yang telah kita yakini dengan sungguh-sungguh bahwa itu akan terjadi.”
Dalam konseling saya kepada orang-orang merasa tidak percaya dan tidak layak bahwa impiannya bisa terwujud untuk mereka, saya menyampaikan bahwa ini berhubungan dengan konsep diri mereka. Konsep diri adalah cara pandang dan pemaknaan terhadap diri sendiri. Dan tidak banyak orang yang mau meluangkan waktu untuk menuliskan konsep dirinya. Padahal menuliskan konsep diri dalam sebuah buku adalah sebuah proses untuk mengenali diri sendiri. Dari sini pula didapatkan informasi tentang hambatan mental untuk mencapai sesuatu. Hambatan mental ini dikenal dengan istilah Mental Block.
Saat menuliskan konsep diri ke dalam sebuah buku, dari sini bisa diketahui dari mana konsep diri itu berasal. Ada yang merupakan label yang diberikan oleh keluarga dan lingkungan, ada pula pemaknaan yang diberikan kepada diri sendiri. Sumber konsep diri ini penting untuk diketahui. Ini untuk mencegah pembentukan konsep diri yang salah di masa yang akan datang. Dengan ini, di masa yang akan datang, seseorang akan lebih memiliki kesadaran untuk memutuskan menerima atau menolak konsep diri yang diberikan oleh orang lain maupun oleh diri sendiri.
3. Orang yang ingin sukses jika dan hanya jika ada orang lain yang ingin sukses
Orang-orang dalam kelompok inilah yang akan melihat ke kiri dan ke kanan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk mengangkat tangannya atau duduk diam saja. Hampir sama dengan tipe yang kedua. Orang-orang yang berada di kelompok ini meletakkan kebahagiaan hidupnya pada apa yang berlaku paling banyak di lingkungannya. Ini bukan sesuatu yang salah hanya saja, patut diingat bahwa manusia selain mahluk sosial juga adalah mahluk individual.
Artinya ada kebutuhan dan kepuasan yang harus dipenuhi secara personal. Kebutuhan ini bisa saja tidak sama dengan kebutuhan orang lain dan lingkungan. Arti dan makna sukses adalah personal. Tanpa menentukan definisi sukses yang personal ini, sulit bagi seseorang untuk memenuhi kepuasan hidupnya. Hidup bukan hanya tentang menjadi bahagia. Hidup juga adalah tentang bagaimana kita bisa memenuhi kebutuhan kita dalam ukuran yang cukup bagi kita.
Orang-orang tipe ini juga menggunakan ukuran orang lain untuk kebahagiaan dan kesuksesan. Jadi jika dia melihat orang lain bahagia dengan memiliki mobil mewah, dia juga akan mengusahakan dengan semua upaya untuk membeli mobil mewah, tanpa dia tahu apa fungsi mobil mewah bagi kehidupannya. Dan ketika dia telah memiliki mobil mewah, dia baru tahu bahwa mobil mewah tidak bisa membuatnya bahagia. Ini karena dia tidak pernah tahu apa esensi di balik memiliki mobil mewah.
Jika menginginkan hidup yang nyaman, tentukanlah definisi sukses untuk diri sendiri. Tidak masalah jika dalam proses menentukan definisi sukses ini dibutuhkan waktu untuk merenungkannya. Ingatlah definisi sukses harus bermakna untuk diri sendiri. Banyak tokoh di luar sana yang dengan percaya diri mampu mengungkapkan definisi suksesnya sendiri. Definisi itu cocok untuk mereka tapi belum tentu cocok untuk diterapkan ke diri sendiri. Meskipun secara profil kita sangat mengagumi tokoh ini. Dan meskipun demikian tidak tertutup kemungkinan bahwa pandangan tokoh tersebut juga cocok untuk mengarahkan hidup kita.
Tidak masalah jika kita merasa sesuai dengan pandangan orang lain, asalkan pandangan tersebut memang benar sesuai dan sejalan dengan nilai-nilai hidup kita. Ini tidak berarti bahwa nilai-nilai hidup mereka buruk tapi hanya sekedar tidak sesuai dengan nilai-nilai hidup kita.
4. Orang yang sangat ingin sukses dan sangat percaya diri akan sukses
Kelompok terakhir dari pengamatan saya adalah kelompok yang sangat antusias. Kelompok ini biasanya sangat kooperatif saat seminar berlangsung. Respon antusiasme mereka sangat memberikan dukungan emosional kepada pembicara. Saya yakin saat mereka menghadiri sebuah seminar, mereka tahu persis tujuan mereka mengikuti seminar itu dan tahu apa yang akan mereka bawa pulang selain goody bag dan sertifikat. Ya… mereka membawa pulang pengetahuan dan keahlian sederhana yang seringkali dengan murah hati dibagikan oleh pembicara.
Kelompok ini adalah tipe pembelajar yang siap. Mereka telah menyiapkan diri untuk berubah. Dengan pertimbangan yang matang, mereka memutuskan untuk melibatkan diri belajar dari seminar atau pelatihan dan menjadikannya bagian dari proses mereka mencapai tujuan-tujuan hidup mereka.
Mulai sekarang, masuklah ke kelompok ini. Siapkan diri sendiri dengan sungguh-sungguh sebelum mengikuti sebuah seminar atau sebuah pelatihan. Agar pengetahuan dan keahlian yang diperoleh mampu memberikan daya optimal yang mendorong laju perubahan diri dan kehidupan menjadi lebih baik lagi. Ini juga yang membuat pengetahuan atau keahlian yang didapat dari seminar atau pelatihan melekat dengan kesan yang kuat. Sehingga ini menjadi sebuah motivasi untuk mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Sukses adalah tentang perubahan yang berproses bukan hanya melalui banyaknya pengetahuan yang diketahui, tapi juga adalah tentang banyaknya kerja yang tepat sesuai dengan strategi yang telah ditetapkan. Kerja nyata ini haruslah dikerjakan secara konsisten sampai pada hasil yang diinginkan tercapai.
Sebuah kesimpulan
Memahami kelompok-kelompok peserta yang hadir di seminar, kelompok yang paling siap untuk berubah adalah kelompok yang keempat. Mereka ingin, mereka yakin dan mereka antusias. Mereka kelihatannya sempurna dalam hal kesiapan untuk berubah.
Saya tambahkan pandangan saya melengkapi apa yang telah saya uraikan di atas, yaitu yang menjadi pengamatan saya lainnya adalah bahwa sukses bukan hanya tentang keinginan atau ketidak-inginan untuk sukses, bukan pula keyakinan atau ketidak-yakinan untuk sukses. Tapi juga adalah tentang menentukan dengan seksama bagaimana cara untuk mewujudkan kesuksesan itu. Ini berkenaan dengan langkah-langkah apa yang ditetapkan untuk mewujudkan tujuan-tujuan hidup.
Jika sudah masuk ke tahap berpikir seperti ini. Maka seminar atau pelatihan, bukan lagi menjadi kendaraan untuk menuju kesuksesan, tapi sudah berubah menjadi bahan bakarnya. Diri sendirilah yang menjadi kendaraan untuk mewujudkan tujuan-tujuan hidup. Baik tujuan jangka pendek maupun tujuan jangka panjang.
Pengunjung Rumah Harmoni, setelah membaca artikel ini siapkah Anda untuk menuliskan konsep diri Anda? Siapkah Anda menentukan definisi sukses yang personal dan bermakna bagi diri Anda ? Awal perubahan Anda ada dalam keputusan Anda saat ini.
Salam transformasi,


Kristin Liu

Visitor : Website counter

Upcoming Events

Product